Rabu, 26 Maret 2014

PEMBINAAN KELOMPOK MASYARAKAT UNTUK PENCADANGAN KAWASAN KONSERVASI


Hadir Dalam Pertemuan



Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Banyuwangi, Camat Kecamatan Kabat, Danpos AL Blimbingsari, Babinkamtibmas Kec. Kabat, Kepala Desa Badean, Kepala Dusun Cungkingan, Desa Badean dan 70 Nelayan Cungkingan .


Sambutan camat, Kecamatan Kabat
Masyarakat nelayan diharapkan melaksanakan beberapa kegiatan pemerintah antara lain sebagai berikut:
1.      Bebas ODF (open defense free), dimana masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan buang air besar di sembarang tempat, di sungai atau di tempat terbuka lainnya.
2.      Terdapat 507 orang masih buta huruf di desa Badean dan saat ini sudah ada program belajar bagi buta aksara baik yang tua maupun muda dan dapat dilaksanakan di musholla, dib alai ataupun tempat lain.
3.      Setiap anak lahir diharapkan langsung mendapatkan akte kelahiran

Sambutan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan
Dalam rangka meningkatkan pendapatan Masyarakat nelayan desa Badean diharapkan:
1.       ada diversifikasi usaha pada masyarakat nelayan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Banyuwangi mempunyai program 10.000 kolam
2.      Dalam rangka penangkapan ikan diharapkan nelayan menggunakan rumpon, yang berfungsi sebagai pengumpul ikan dan area penangkapan ikan.
3.      Untuk meningkatkan hasil produksi tangkap karena banyaknya kerusakan terumbu karang nelayan dapat meningkatkan SDI dengan penanaman terumbu karang buatan.
4.      Perbaikan vegetasi pantai diperlukan penanaman berupa penanaman vegetasi pantai untuk mengurangi abrasi yang terjadi.
5.      Perlunya alat keselamatan dalam pelayaran waktu menangkap ikan, paling tidak nelayan diharapkan membawa jurigen

Materi yang disampaikan Kasi Pengelolaan P3K
1.      Fungsi Kelompok sebagai wadah kerjasama untuk meningkatkan pendapatan nelayan
2.      Administrasi kelompok berupa buku kas, notulensi, produksi dan buku tamu
3.   Nelayan Cungkingan diharapkan mempunyai kesepakatan untuk menyisihkan sebagian lahan penangkapannya untuk pencadangan / konservasi atau istilah profokatifnya BANK IKAN
Materi yang disampaikan Kasi Wasdal
1.      Struktur organisasi pokmaswas
2.      Tugas dan fungsi Pokmaswas dalam penegakan hokum di laut dan pantai
Materi yang disampaikan Kasi Perikanan Tangkap
1.      Kelompok Nelayan diharapkan tidak terpengaruh dengan hasutan orang dari luar kelompok, apalagi orang di luar desa Badean.
2.      Bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan hanya berupa barang, tidak ada yang berupa uang
3.      Segala permasalahan yang menyangkut dengan nelayan dapat menghubungi petugas di dinas kelautan dan perikanan, Petugas akan siap membantu.




















Bintek mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim



Hadir Dalam Pertemuan: 
Direktur Direktorat Pesisir dan Lautan yang diwakili Kasubdit Mitigasi Bencana Lingkungan Dr. Hendra Yusran Siry,  Agus Supangat dari Dewan Nasional Perubahan Iklim,  Amien Widodo dari ITS,  Moderator Ir. Eryono Kabid Pesisir, Dinas Perikanan dan Kelautan Pov Jatim.


Petunjuk/Arahan yang Diberikan

Direktur Direktorat Pesisir dan Lautan yang diwakili Kasubdit Mitigasi Bencana Lingkungan Dr. Hendra Yusran Siry dengan materi Arahan Kegiatan Mitigasi Bencana Dan Adaptasi Perubahan Iklim.  
Amien Widodo dari ITS dengan materi Kearifan lokal dalam upaya mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim (terlampir) 
Agus Supangat dari Dewan Nasional Perubahan Iklim dengan materi Memasyarakatkan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim (terlampir)

Masalah /temuan


1.      Perlindungan Terumbu Karang adalah merupakan kegiatan positif dalam rangka menghambat perubahan iklim dan juga sebuah bentuk upaya mitigasi bencana  dari bahaya gelombang laut berupa abrasi ataupun gelombang rob. Kegiatan diatas menjadi kontra antar instansi pemerintah sendiri karena sampai saat ini ................tetap memberikan ijin pengambilan karang yang banyak disalahgunakan oleh nelayan. Oleh karena hal tersebut diharapkan ada koordinasi di tingkat pusat dan propinsi dengan kementerian yang bersangkutan agar kegiatan pengambilan karang di daerah tidak berlanjut.
2.      Aplikasi SI MAIL (Sistem informasi mitigasi bencana, adaptasi iklim dan lingkungan) yang telah dikembangkan oleh Dirjen KP3K diharapkan terintegrasi dengan Sistem Informasi yang telah dikembangkan oleh Dirjen Perikanan Tangkap yang telah dimanfaatkan dan dirasakan manfaatnya nelayan berupa Kartu Nelayan. Input data Kartu nelayan yang telah dilaksanakan petugas di daerah didalamnya terdapat isian Nomor HP seluler tiap Nelayan. Hal tersebut telah difungsikan untuk berbagi informasi dari sumber BMKG dan disebarkan oleh Direktorat PUPI. Salah satu ramalan cuaca saat ini sudah diinformasikan langsung ke nelayan di tiap-tiap ramalan cuaca yang dianggap ekstrem sehingga nelayan mempunyai kewaspadaan dalam melakukan aktivitasnya dalam setiap operasi penangkapan ikan.
 
Saran/tindakan


1.      Arahan Agus supangat dari Dewan Nasional Perubahan iklim
Instansi di Pemerintah daerah diharapkan membuat surat ditujukan ke Direktorat Konservasi Dirjen KP3K, KKP yang dilampiri dengan dokumen lainnya terkait ijin pengambilan karang beserta kegiatan pengambilan karang di lapangan
2.      Arahan Kasubdit Mitigasi Bencana Lingkungan Dr. Hendra Yusran Siry
SI MAIL dikembangkan tidak hanya untuk cuaca ekstrem, akan tetapi direncanakan juga pengembangan perkiraan fishing ground sehingga tujuan penangkapan akan lebih pasti dan beberapa program mitigasi bencana yang lain. Juga diharapkan ada kontribusi dari daerah untuk menjadi operator sendiri dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat pesisir.