Kamis, 22 Januari 2015

Budidaya Ikan Sistem Karamba Jaring Apung (KJA) Tingkatkan Produksi Ikan di Kabupaten Banyuwangi





Budidaya melalui Keramba Jaring Apung (KJA) mampu meningkatkan produksi ikan di Kabupaten Banyuwangi. Budidaya melalui keramba mampu membuktikan peningkatan mutu serta produksi ikan, hal ini dibuktikan dengan peningkatan ikan air tawar di Kabupaten Banyuwangi setiap tahunnya meningkat.
Perkembangan budidaya air tawar melalui keramba cukup berkembang. Daerah yang menjadi pusat pembudidayaan ikan air tawar melalui keramba berada di desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, dan di sungai tersebut ikan air tawar yang dikembangkan menghasilkan mutu baik, selain itu, keramba yang digalakkan akan mampu memberikan peluang usaha bagi masyarakat sekitar.  Jaring Apung mampu hasilkan bobot ikan yang baik. Keramba Jaring Apung mampu menghasilkan mutu ikan dengan bobot yang baik, selain itu, ikan air tawar yang dihasilkan dari keramba di sungai, menghasilkan ikan dengan rasa yang lebih gurih, karena ikan tersebut dibesarkan melalui media yang alami.     Banyuwangi menjadi daerah dengan hasil ikan air tawar yang melimpah, karena di daerah terdapat daerah perairan seperti sungai, danau, dan rawa, adapun jenis ikan yang dikembangkan di daerah ini yakni Nila danTombro.     Sementara itu, visi Kementrian Kelautan dan Perikanan dalam mewujudkan Indonesia penghasil produk Kelautan dan Perikanan terbesar tahun 2014 dengan pencapaian target peningkatan produksi perikanan budidaya sebesar 353 persen, hal ini memicu Kabupaten Banyuwangi melakukan gerakan massal dalam mengembangkan peningkatan produksi perikanan di sejumlah wilayah.     

Sementara itu, salah seorang pembudidaya ikan yang berada di desa wringinagung, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Abdi Fauzi mengatakan, budidaya ikan keramba membantu masyarakat dalam meningkatkan pendapatan. "Dengan budidaya ikan Keramba jaring Apung mampu meningkatkan pendapatan saya setiap panen, karena melalui media ini, pertumbuhan ikan semakin baik, dengan mengahsilan bobot ikan yang baik pula," kata dia.      Dia menjelaskan, ikan berasal dari keramba diminati. "Karena rasanya yang berbeda, ikan yang dibesarkan melalui keramba banyak dicari masyarakat, karena rasanya gurih, selain itu steril, pasalnya ikan ini hidup pada media alam, yang belum tercemar," kata dia lagi.     
Kemudian dia menambahkan, berharap Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Banyuwangi  dapat menyalurkan bantuan. "Kami mengharapkan Dinas Kelautan dan Perikanan dapat terus mendampingi pembudidaya  ikan untuk meningkatkan produksi. Selain itu, berharap pula agar Pemkab Banyuwangi menyalurkan bantuan modal pada pembudidaya ikan, sehingga kapasitas ikan didalam keramba dapat diperbanyak," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar