Jumat, 04 September 2015

Rehabilitasi Pantai dan konservasi penyu di pantai Cemara Kelurahan Pakis Kec. Banyuwangi



PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Undang-undang RI nomor 31 tahun 2004 menyebutkan bahwa Ikan adalah segala jenis organisme yang seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada di dalam lingkungan perairan, sebegitu juga dengan penyu. Penyu merupakan reptil yang hidup di laut yang keberadaannya telah lama terancam, baik dari alam maupun dari kegiatan manusia. Secara internasional, penyu masuk ke dalam ‘red list’ di IUCN dan Appendix I CITES yang berarti bahwa keberadaannya di alam telah terancam punah sehingga segala bentuk pemanfaatan dan peredarannya harus mendapat perhatian secara serius.
Oleh karena itu, upaya konservasi penyu merupakan program penting dan mendesak untuk melindungi dan menyelamatkan populasi penyu, terutama di Indonesia karena di Indonesia terdapat 6 dari 7 spesies penyu yang masih ada saat ini. Guna mendukung keberhasilan dan keberlanjutan upaya pengelolaan konservasi penyu, maka pembinaan Kelompok-kelompok nelayan di Kabupaten Banyuwangi perlu lebih ditingkatkan dan dikerjakan secara terarah dan terprogram. Serta mengingat kondisi sosio ekonomi masyarakat yang kurang mapan sehingga masih terjadi pemanfaatan daging dan telur penyu untuk konsumsi. Akan tetapi saat ini sudah mulai tumbuh kesadaran di masyarakat di sekitar Pantai untuk melindungi dan melestarikan Penyu.
Kelompok Nelayan yang telah menginisiasi dalam rangka konservasi Penyu adalah Kelompok Pantai Rejo di Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi. Sebelum ada pembinaan, nelayan di kawasan ini apabila menemukan telur penyu mereka gunakan untuk konsumsi, bahkan ada pemanfaatan daging Ikan Penyu untuk konsumsi pula. Namun setelah dilaksanakan pembinaan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan sudah dimulai bentuk perlindungan terhadap penyu yang selengkapnya akan disuguhkan dalam laporan ini.


2.      Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan laporan ini disusun adalah sebagai berikut:
a.      Melaporkan pembinaan yang telah dilaksanakan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Banyuwangi.
b.      Menggali dukungan dan keikutsertaan semua pihak dalam rangka pembinaan KUB Pantairejo dalam rangka Konservasi Penyu di Pantai Pakis, Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi

KUB PANTAI REJO
KUB PANTAI REJO merupakan organisasi masyarakat nelayan yang dibentuk dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan para anggota dan lingkungannya. KUB PANTAI REJO dibina oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Banyuwangi melalui program bantuan ataupun program pelatihan. Pembinaan juga dilaksanakan langsung ke rumah-rumah anggota untuk mensosialisasikan program-program pemerintah dan juga menjalin silaturohim.
1.      Struktur organisasi
STRUKTUR ORGANISASI KUB Pantai Rejo

1.       Pelindung                       : Kepala Kelurahan Pakis
2.       Ketua                              : Mokh Muhyi
3.       Sekretaris                       : Sampurno
4.       Bendahara                      : Ruslan
5.       Seksi  usaha                
Parkir & toilet       : Jamanik
Konservasi Penyu         : Ruslan
Pembibitan Cemara      : Sampurno

Anggota :
Paimis
Suwarno
Suwarso
4.       Sahri
5.       Mustakim
6.       Mushadi
7.       Nandise
8.       Musleh
9.       Saparik
10.    Yudi Febrianto
11.    Misnari
12.    Kbulloh
13.    Bambang
14.    Muhlisin
15.    Untung S.



2.      Kegiatan Kelompok
a.      Nelayan
Lingkungan Pantai Rejo, Kelurahan Pakis Kecamatan Banyuwangi profesi kesehariannya ada yang nelayan, pekerja tambak, petani dan  beberapa pedagang. Hasil yang tidak menentu dan manajemen kehidupan keluarga yang kurang pendidikan mengakibatkan kualitas kehidupan yang kurang baik di kampung tersebut.
b.      Rehabilitasi Pantai
Kondisi Pantai Rejo Kelurahan Pakis sebelumnya berupa hamparan sedimen yang labil berupa pasir yang ditumbuhi rumput jenis katang-katang. Garis pantai pada waktu itu selalu mengalami perubahan sesuai arah angin dan musim, mulut muara yang selalu berpindah-pindah akibat perubahan sedimen pasir di pantai. Kondisi ini mempersulit nelayan waktu berangkat atau pulang mencari ikan.
Dari keprihatinan tersebut muncul  kesadaran para nelayan dan masyarakat sekitar bahwa penyebab labilnya bibir pantai disebabkan karena tidak adanya vegetasi di bibir pantai. Sehingga tidak ada yang menahan laju dan arah angin yang menimpa pantai. Oleh karena itu nelayan dan masyarakat sekitar Pantai Rejo Kelurahan Pakis mengusulkan untuk ditanami Cemara udang.
Dengan kesepakatan masyarakat Pantai Rejo dan fasilitasi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Banyuwangi Pantai Rejo Kelurahan Pakis Kecamatan Banyuwangi ditanami cemara udang dengan beberapa tahap. Tahun 2012 penanaman 5.000 bibit, tahun 2012 penanaman 8.000 bibit, tahun 2013 penanaman 500 bibit, tahun 2014 penanaman 1.000 bibit. Dokumentasi sebelum dan sesudah terlampir dalam laporan ini.
Manfaat kegiatan rehabilitasi pantai di atas telah mengamankan pantai dari terjadinya erosi pantai sepanjang 2,83 km dan telah menstabilkan lahan seluas 7,6 ha (gambar terlampir). Manfaat lain yang diperoleh dengan penanaman ini yaitu kehadiran penyu yang bersarang untuk bertelur di sepanjang pantai yang berpotensi untuk wisata minat khusus. Pantai ini juga berpotensi untuk kegiatan jasa kelautan dan pesisir lainnya yang tentunya bisa menjadi alternative pekerjaan bagi nelayan dan penduduk sekitar.
Gambar 1. Peta luas dan panjang pantai rehabilitasi pantai

a.      Konservasi penyu
Penyu pada bulan bulan tertentu Yaitu Bulan Mei  sampai dengan September bertelur di sepanjang pantai. Selama ini Telur penyu diperjualbelikan untuk konsumsi, saat ini masyarakat Pantai rejo Kelurahan Pakis Kecammatan Banyuwangi sudah mulai tau bahwa penyu merupakan hewan langka dan perlu dilindungi, serta telah juga muncul kesadaran untuk melindungi telur-telur penyu  untuk ditangkarkan, setelah itu dilepasliarkan untuk kembali kealam.
b.      Pembibitan Cemara udang
Setelah pohon cemara yang ditanam di pantai semakin besar muncul diversifikasi usaha masyarakat nelayan Pantai Rejo kelurahan Pakis untuk melakukan perbanyakan bibit melalui pencangkokan pohon cemara. Perbanyakan bibit ini juga akan dikembangkan menjadi tanaman hias  dalam bentuk bonsai pohon cemara sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi
Laporan Konservasi Penyu
Konservasi penyu pada hakikatnya mempunyai tujuan yang mulia yaitu sebagai pengembangbiakan jenis biota laut langka seperti penyu dan merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan populasi penyu dari ancaman kepunahan, terutama oleh aktivitas manusia, dengan meningkatkan peluang hidup penyu. Pada kenyataannya, kegiatan penangkaran penyu sulit diwujudkan, terkendala dengan lemahnya kondisi social ekonomi masyarakat pantai. Pencarian telur penyu menjadi alternative pekerjaan karena ada pihak luar yang ingin membeli telur-telur tersebut untuk konsumsi. Sehingga di awal kegiatan sangat sulit sekali mendapatkan telur penyu untuk ditetaskan.
Secara teknis, kegiatan konservasi penyu di Pantai Cemara Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi meliputi kegiatan penetasan telur (pada habitat semi alami atau inkubasi), pemeliharaan tukik, dan pelepasan tukik ke laut. Tahapan kegiatan teknis penangkaran penyu secara rinci meliputi:
a)  Pemindahan telur
Relokasi atau pemindahan telur dilakukan dari penetasan alami ke penetasan semi alami. Pemindahan telur dilakukan setelah induk penyu kembali ke laut. Pemindahan telur penyu dari sarang alami ke sarang semi alami harus dilakukan dengan hati-hati karena sedikit kesalahan dalam prosedur akan menyebabkan gagalnya penetasan.
b)  Penetasan semi alami
Lokasi penetasan telur penyu secara semi alami biasanya berada pada di atas daerah supratidal, yaitu daerah dimana sudah tidak ada pengaruh pasang tertinggi. Pada lokasi tersebut, dapat dibuat beberapa lubang-lubang telur penyu buatan sebagai tempat penetasan telur semi alami. Kawasan lubang-lubang telur penyu buatan tersebut diberi pagar pada sekelilingnya, semi permanen yang terbuat dari bambu.
c)  Pemeliharaan tukik
Pembesaran tukik dilakukan di dalam bak stereofoam yang diisi air laut dan diganti setiap dua hari sekali. Pemberian pakan diberikan pagi dan sore berupa udang atau lemuru yang dicacah.
d)  Pelepasan tukik
Pelepasan yang dimaksud adalah pelepasan tukik ke laut hasil pemeliharaan yang dilakukan dalam bak-bak penampungan.  Tukik-tukik ini ditetaskan secara semi alami.  Tujuan pelepasan adalah untuk memperbanyak populasi penyu di laut. Pelepasan tukik dilakukan pada waktu malam hari sekitar jam 19.00-05.30 WIB. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar tukik tidak mudah dimangsa oleh predator.
Pelepasan tukik yang dilaksanakan di Pantai cemara Kelurahan Pakis saat ini sudah menjadi wisata khusus. Wisatawan asing dan domestik sudah banyak yang berkunjung untuk melepas tukik. Hal ini menjadi alternatif pekerjaan lain selain mencari ikan yaitu dengan adanya jasa pelayanan parkir, toilet, warung-warung makan minum dan jasa konservasi itu sendiri.
Rekapitulasi peneluran dan penetasan telur penyu di Pantai Cemara Kelurahan Pakis
PENELURAN
PENETASAN
TANGGAL
JUMLAH
TANGGAL
JUMLAH
12/03/2015
101
02/05/2015
3
24/04/2015
100
14/06/2015
42
30/04/2015
115
18/06/2015
104
27/04/2015
96
14/06/2015
88
03/05/2015
92
18/06/2015
83
08/05/2015
144
21/22/2015
80
08/05/2015
115
21/22/2015
70
15/05/2015
102
30/06/2015
50
24/05/2015
112
10/07/2015
96
27/05/2015
113
08/07/2015
37
28/05/2015
99
18/07/2015
81
31/05/2015
95
15/07/2015
68
03/06/2015
110
17/07/2015
93
03/06/2015
98
19/07/2015
83
04/06/2015
123
18/07/2015
55
06/06/2015
120
21/07/2015
96
05/06/2015
95
21 & 24/07/2015
73
06/06/2015
103
22 & 23/07/2015
90
07/06/2015
106
18/08/2015
82
07/06/2015
88
23/07/2015
61
06/07/2015
103
21/08/2015
79
11/07/2015
120
27/08/2015
92
11/07/2015
109
26/08/2015
95
04/06/2015
120
24 & 27/08/2015
107
10/06/2015
100
27/07/2015
70
Jumlah
2679
Jumlah
1878
26/07/2015
115
belum menetas

02/08/2015
100
belum menetas

08/08/2015
130
belum menetas

22/08/2015
75
belum menetas

28/08/2015
120
belum menetas






PENUTUP
Kesimpulan
Rehabilitasi pantai dan konservasi penyu mempunyai keterkaitan erat dan saling ketergantungan. Peningkatan tutupan pohon cemara dari tahun ke tahun diiringingi peningkatan jumlah penyu yang mendarat dan juga bertelur. Perakaran pohon cemara yang kuat menstabilkan sedimentasi sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Peningkatan tutupan juga mengurangi hempasan angin laut sehingga mengurangi perubahan cuaca yang ekstrim.

Saran
Pengembangan jasa kelautan dan pesisir di Pantai Cemara Kelurahan Pakis Kecamatan Banyuwangi tidak akan berhasil tanpa ada sinergitas dari berbagai pihak mengingat kompleknya permasalahan masyarakat pesisir. Alternatif jasa yang bisa dikembangkan antara lain sebagai berikut:
1.      Kuliner
2.      Pengrajin cinderamata berbahan kerang atau kijing
3.      Olahraga air (snorkel, selam dan surfing di musim tertentu)
4.      Kano Tour mangrove
5.      Guide turis wisata penyu
6.      Sentra pembibitan Cemara udang
7.      Bumi perkemahan
8.      Outbound gathering game (permainan di alam bersama)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar